Setelah berhasil membelah biji jengkol emas tersebut, alangkah terkejutnya Stepen melihat apa yang ada di dalam biji jengkol emas tersebut. Ia mengucek-ucek matanya, seakan tidak percaya apa yang ada di dalam biji jengkol tersebut. Empat orang bayi perempuan menangis dan mengerang-erang di dalam biji jengkol emas tersebut. Stepen pun panik melihat keempat bayi tersebut. Ia merenung dan berkaca.. Tiba-tiba, muncul Ripang (Siapa ripang? Baca kembali episode satu) dari balik cermin.
‘Stepen, pria yang jujur, baik hati, tidak sombong, namun ganteng dan jenius, aku telah memperhatikan dirimu selama ini.. Kamu anak yang jujur, baik hati, tidak sombong, namun ganteng dan jenius. Kamu juga selalu rukun dengan istrimu, Helen, tidak pernah bertengkar, tidak pernah berkelahi, dan tidak pernah menikah.. (Iy, gw ngaku, ini gw copy-paste dari episode sau, abis males nulis ulang) Sayang, kamu belum dikaruniai seorang anak.. Untuk itu, aku akan mengabulkan doamu dan memberikan kamu anak. Rawatlah mereka seperti kamu merawat biji jengkol emas itu.. Tapi ingat, ketika mereka sudah berumur 17thn, kamu harus mengembalikan mereka ke saya untuk saya jadikan dayang-dayang saya…’
Stepen yang sangat bingung pun seketika mengiyakan sang Ripang dan Ripang pun kembali ke balik cermin. Stepen seketika langsung berbalik ke arah biji jengkol emas dan keempat bayi perempuan tersebut. Ia mengeluarkan keempat bayi tersebut dari biji jengkol emas, lalu membawa potongan-potongan biji jengkol emas tersebut ke tukang emas. Mengingat saat ketika cerita ini dirilis, krisis melanda dunia dan Indonesia (bahkan 1 dolar bisa mencapai 12 ribu rupiah), harga emas pun menjadi sangat tinggi. Stepen menjual emas tersebut ke tukang emas dan mendapat banyak uang. Ia pun hidup bahagia dengan istrinya sampai sepanjang segala abad. Uits, tapi cerita ini belum berakhir sampai di sini.. Lalu bagaimana dengan keempat bayi perempuan tersebut?
Seusai menjual biji jengkol emas tersebut, ia kembali ke ketiga bayi tersebut. Ia memutuskan bahwa keempat bayi tersebut harus diberi nama. Bayi pertama diberi nama Bawang Putih karena wajahnya yang mirip dengan Jessica Alba. Bayi kedua diberi nama Bawang Merah karena wajahnya yang mirip Megan Fox. Bayi ketiga diberi nama Bawang Bombay supaya matching dengan kedua bayi sebelumnya. Bayi keempat tidak diberi nama dan dibuang ke dalam jamban karena wajahnya mirip Della Patricia Ginting (Hehehehe, piss ya, Del, cuma bercanda).. Ia merawat ketiga bayi tersebut dengan uang hasil penjualan emas tersebut, namun masih sempat menyisakan uang tersebut setiap bulannya buat beli Gundam..
Tak terasa, dengan hanya melakukan scroll ke bawah, telah lewat 17tahun dari saat Stepen menenukam keempat bayi tersebut. Ketiga bayi tersebut telah tumbuh menjadi gadis-gadis yang cantik dan awal dari cerita panjang ini akan segera dimulai. Sayangnya, cerita ini harus diputus di sini karena sekarang sudah jam 2 malam. Jangan lupa saksikan terus BPBMBB. See you at next episode..
Filed under: Story of Life | Leave a Comment »