Alkisah pada jaman dahulu kala, dimana Bumi masih dihuni oleh para manusia, hiduplah sepasang suami istri yang sangat bahagia. Mereka adalah Stepen dan Helen. Mereka hidup bahagia sekali, tidak pernah bertengkar, tidak pernah berkelahi, dan tidak pernah menikah (hiks).. Sayangnya, walaupun mereka hidup bahagia, mereka tidak dikarunia seorangpun anak (ya iylah, ga nikah, gmn maw punya anak?). Bahkan sampai usia mereka sudah renta, Tuhan yang mahakuasa belum juga memberi mereka keturunan. Walaupun demikian, mereka tetap tabah dan menjalani hidupnya (masing2)..
Suatu ketika, di saat sang sinar matahari belum bisa menyinari seluruh permukaan Bumi, Stepen pergi ke empang untuk mencuci pakaian dalamnya.. Saat sedang asik mencuci, tiba-tiba ia mendengar suara beberapa wanita yang sedang tertawa di arah hilir empang (angep aj empang ada hilirnya). Terbesit rasa ingin tahu dicampur dengan tempe goreng dan lalapan ala sunda, Stepen bergegas berenang ke arah suara tersebut, dan didapatinya sekelompok bidadari sedang mandi di sana. Stepen pun diam-diam berbalik arah dan pergi meninggalkan para bidadari tersebut, karena mengintip itu aadalah dosa, dan Stepen adalah anak yang baik hati, jadi tidak boleh mengintip….
Seusai mencuci pakaian dalamnya, iapun bergegas meninggalkan empang. Tak sengaja, ia menjatuhkan salah satu pakaian dalamnya ke sungai. Tiba-tiba, sungaipun bergetar, Bumi goncang gancing, angin bertiup kencang, daun-daun berguguran, dan matahari bersinar cerah. Dari dalam sungai, tiba-tiba munculah ripang alias peri empang. Peri itu memegang 2 buah celana dalam, satu merek GTman dan satu merek Crocodile.
‘Apakah cangcut merek GTman ini yang tadi kamu jatuhkan?’
‘Bukan, guru..’
‘Saya bukan gurumu, gurumu itu mah sejenis ikan’
‘Itu mah gurame’
‘Gurame itu mah tangga nada’
‘Itu mah doremi’
‘Doremi itu mah yang sering ditonton Hicha’
‘Itu ma Dorama’
‘Waw, anda sungguh sangat cerdas, saya yakin, pasti anda adalah seorang mahasiswa yang berprestasi, ya kan?’
‘Bukan, guru, saya hanyalah manusia biasa yang selalu berusaha sebaik-baiknya, rajin belajar, suka menabung, dan suka donlod bokep’
‘Saya bukan gurumu… Sudah cerdas, kamu juga rendah hati.. Baiklah, karena kamu sangat rendah hati, bawalah kedua cangcut yang bermerek ini. Selain itu, ambil juga bijijengkol raksasa ini. Itu hadiah untuk kejujuranmu.’
‘Oh, terima kasih, guru, saya akan merawat cangcuts dan biji jengkol ini seperti saya merawat darah daging saya sendiri..
‘Eh, bacul, panggil gw guru sekali lagi, gw tarik lagi nih hadiahnya…’
‘Maap guru, ga sengaja, reflek euy’
‘Yawda, minggat sana…’
Setelah mendapat hadiah berupa 2 celana dalam yang bermerek dan biji jengkol emas dari Ripang, Stepen pun bergegas pulang untuk menjemur kolornya. Ia tidak tahu, bahwa biji jengkol emas yang ia terima adalah sesuatu yang akan mengubah hidupnya dan membuat cerita ini menjadi sangat panjang….
Filed under: Story of Life
Khas stepen banget….
Dasar dewa mesum narsis abiiiissss….
sumpah bisa banget lu nyampurin mesum sama narsis.. as hicha’s words.. mesum..stepen banget.. Hmmm..terbukti kan setiap orang punya bakat garing!!! satu pertanyaannnya.. gimana caranya jadi suami istri kalo ga pernah nikah.. ni mahasiswa berprestasi kok dudul ya…????ckckckckckc…
Bingung…
Ini mahasiswa berprestasi, pelawak, apa kolektor bokep??
Anyway, salam kenal
dy bukanlah seorang mahasiswa bprestasi….
mahasiswa berprestasi bisa diliat dr personality ny..
smart and good…
ga smart karna bnr kata linkse..
ga good karna bnr kata hicha…
MESUM ABIS!!!
dasar otak bokeb brani2nya yakh lo selingkuh di belakang g!!
siapa tuh helen??!!
awas lo!!!